Lewati ke konten
Barokas - Aplikasi Pembukuan Kas Masjid dan Amil Zakat
Zakat & UPZ 6 menit baca

Format Laporan Keuangan UPZ Masjid Standar Regulasi BAZNAS & PSAK 409

Panduan menyusun laporan semesteran dan tahunan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid agar tertib administrasi, lolos audit kepatuhan syariah, dan terintegrasi SIMBA.

✍️ Tim Regulasi Amil Barokas •
Format Laporan Keuangan UPZ Masjid Standar Regulasi BAZNAS & PSAK 409

Sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi yang dibentuk berdasarkan SK BAZNAS Kabupaten/Kota, masjid mengemban tanggung jawab pelaporan resmi sesuai UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan PSAK 409 (Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah).

Banyak UPZ masjid menghadapi kendala ketika menyusun laporan semesteran karena data mutasi harian tidak tersusun menurut nomenklatur standar BAZNAS.


Struktur Wajib Laporan UPZ Standar BAZNAS

Laporan periodik UPZ minimal memuat 4 instrumen utama:

1. Rekapitulasi Penghimpunan ZIS

Mengelompokkan penerimaan berdasarkan jenis akad syariat:

  • Zakat Fitrah: Jumlah muzakki (jiwa), penerimaan beras (kg), dan uang (Rp).
  • Zakat Mal: Zakat penghasilan, zakat perniagaan, zakat tabungan.
  • Infak/Sedekah Terikat: Infak peruntukan khusus (beasiswa, pengobatan).
  • Infak/Sedekah Tidak Terikat: Kotak infak operasional UPZ.
  • Dana Non-Halal: Bunga bank konvensional (wajib disalurkan ke fasilitas umum non-ibadah).

2. Rekapitulasi Penyaluran Berdasarkan 8 Asnaf

BAZNAS mewajibkan laporan distribusi disajikan berdasarkan klasifikasi 8 asnaf:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil (operasional pengumpulan & penyaluran)
  4. Mualaf
  5. Riqab (pembebasan/bantuan ketenagakerjaan)
  6. Gharimin (orang terlilit utang demi kebutuhan pokok)
  7. Fi Sabilillah (dakwah dan kemaslahatan umat)
  8. Ibnu Sabil (musafir kehabisan bekal)

Format Neraca & Laporan Perubahan Dana (PSAK 409)

Laporan keuangan entitas zakat tidak menggunakan istilah Laba/Rugi, melainkan Laporan Perubahan Dana:

A. DANA ZAKAT
   - Saldo Awal Dana Zakat ................... Rp  15.000.000
   - Penerimaan Zakat (Mal & Fitrah) ......... Rp 120.000.000
   - Penyaluran ke 8 Asnaf ................... (Rp 115.000.000)
   - Bagian Hak Amil (Maks 12,5%) ............ (Rp  15.000.000)
   - Saldo Akhir Dana Zakat .................. Rp   5.000.000

B. DANA INFAK / SEDEKAH
   - Saldo Awal Dana Infak ................... Rp  25.000.000
   - Penerimaan Infak Bebas .................. Rp  80.000.000
   - Penyaluran Program Dakwah & Sosial ...... (Rp  70.000.000)
   - Saldo Akhir Dana Infak .................. Rp  35.000.000

3 Syarat Lolos Audit Kepatuhan Syariah BAZNAS

  1. Hak Amil Tidak Melampaui Batas (Maksimal 12,5%): Penggunaan dana zakat untuk biaya panitia tidak boleh melebihi seperdelapan dari total penghimpunan zakat.
  2. Penyaluran Tepat Sasaran & Berbasis NIK: Setiap mustahik fakir miskin wajib tercatat nama, NIK KTP, alamat, dan dokumentasi penyerahan bantuan.
  3. Rekening Terpisah: Dana ZIS UPZ tidak boleh disatukan dengan kas pembangunan fisik masjid.

Kelola pembukuan amil masjid Anda agar otomatis menghasilkan format BAZNAS di Barokas untuk UPZ.

Bagikan Panduan & Tips Ini

Bantu pengurus DKM, bendahara, dan amil zakat lain mendapatkan manfaatnya.

Tanya Jawab

Pertanyaan Seputar Panduan Ini

Jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan bendahara dan pengurus.

Kapan batas waktu penyerahan laporan UPZ ke BAZNAS Kabupaten/Kota?
Laporan semester 1 diserahkan paling lambat bulan Juli, dan laporan tahunan (semester 2) diserahkan paling lambat pertengahan Januari tahun berikutnya.
Apa sanksinya jika UPZ masjid tidak menyampaikan laporan berkala ke BAZNAS?
BAZNAS berwenang mencabut Surat Keputusan (SK) penetapan UPZ masjid, membekukan legalitas operasional amil, dan tidak memberikan rekomendasi program bantuan dana.
BK

Tim Regulasi Amil Barokas

Redaksi

Artikel dan panduan ini disusun bersama praktisi bendahara masjid jami', konsultan akuntansi entitas nonlaba, serta dewan syariah untuk memastikan tata kelola kas umat senantiasa akuntabel, bebas fitnah, dan berkah.

Tanya via WhatsApp